karna kebahagian itu diciptakan sendiri, yuk makan, jalan-jalan. gk perlu ribet. cuma bawa ransel. yang penting kuyy!!

15.51

Futari Nori No Jitensha

by , in

Part 2, jika kalian belum baca part sebelumnya, bisa di baca klik disini
 

***

Beberapa bulan kemudian.

            Kalo ada yang bilang laki-laki tidak bisa bangun pagi itu sangat salah. Buktinya pa haji Sobri masih bisa mengumandangkan adzan subuh di masjid. Pa Sofyan masih bisa belanja dini hari ke pasar untuk keperluan warungnya. Pa Gabriel tetangga depan rumahku yang punya anjing galak juga bisa berangkat ke kantornya ketika matahari belum nampak. Begitupun denganku.

 

            Matahari terlihat begitu malu-malu untuk menunjukan dirinya. Kubuka jendela kamar, terlihat pohon-pohon basah. Sepertinya tadi malam hujan. Ah aku suka sekali bau basah sehabis hujan di pagi hari.

 

            Aku bergegas mengambil handuk untuk segera mandi, karna jam tujuh pagi aku harus menjemput Naomi ke rumahnya. Karna kita satu kampus, jadi berangkat bersama dia menjadi rutinitasku kini. Dan untungnya rumah Naomi searah dengan kampus.

 

            Selesai mandi masih dengan handuk biru di kepala menutupi rambut basahku, aku menuju meja makan. Membuat sarapan seadanya. Cukup selembar roti tawar tanpa pinggiran ditambah satu sendok selai coklat dan tidak lupa menuangkan satu gelas susu kotak rasa coklat. Bagiku ini cukup untuk menambah energi sampai jam makan siang.

 

            Aku mengambil handphone yang sedang di charger dekat tempat tidur. Jam di layar handphone dengan gambar latar pemandangan sebuah desa di Switzerland menunjukan pukul enam lewat empat puluh lima menit. Masih ada waktu untuk ke rumah Naomi.

 

            Setelah menyiapkan beberapa keperluan kuliah dan memasukannya ke dalam tas, aku pun bersiap berangkat dengan  terlebih dahulu memanaskan motor butut warisan dari pade ku. Ketika motor di panaskan, aku segera memakai sepatu converse classic warna hitam andalanku.

 

            “okeh sudah siap” kata ku dalam hati, sambil mengeluarkan handphone dari jaketku.

 

            “otw, awas aja kalo belum siap” aku mengirim whatsapp ke Naomi. Dan aku pun memacu motor menuju rumah Naomi.

 

            Jarak rumah ku ke rumah Naomi tidak begitu jauh, hanya melewati pos ronda belok kiri ke arah jalan masjid, lalu di perempatan ambil kanan, tepat di sebelah toko peralatan pancing di situlah rumah Naomi. Rumah berpagar warna abu yang di halamannya terdapat pohon mangga besar.

 

            Sesampainya disana, aku langsung membunyikan klakson motor ku dua kali tanda aku sudah sampai.

 

“tiin.. tinnn”

“iyaaa bentar, assalamualaikum kek” teriak Naomi dari dalam rumah.

 

Aku pun menunggu di depan pagar, ingin masuk ke dalam rumah sebenarnya. Tapi karna waktu yang sudah mepet, maka aku batalkan niatku. Toh didalam rumahnya tidak ada siapa-siapa selain pembantunya. Karna orangtua Naomi sudah berangkat kerja sejak pagi tadi.

 

Naomi tinggal bersama kedua orangtuanya dirumah, Ayahnya bekerja sebagai staf kantor dinas Pendidikan di kota ini. Sedangkan ibunya bekerja sebagai guru di Smp dekat rumahnya.

 

Naomi mempunyai satu orang adik perempuan kelas tiga SMP dan satu orang kaka laki-laki yang sebentar lagi lulus kuliah. Btw, aku dan kakanya Naomi bagaikan Tom and Jery yang tidak pernah akur. Pasti ada saja tingkahnya tiap kali bertemu denganku. Untung saja dia sedang tidak ada dirumah saat ini. Jadi tak perlu ada perang dunia ketiga kali ini.

 

“yuk dit berangkat!” Naomi datang menghampiri ku, sambil memberikan sekotak roti.

“okee siap, thanks ya” kataku sambil menstarter motor.        

 

Dia memang sering memberikan sekotak roti coklat kepadaku. Mungkin sebagai sogokan agar aku mau menjemput dia setiap saat. Padahal tadi aku sudah sarapan dirumah sebelum menjemputnya. Tapi tak apalah, lumayan buat nambah semangat di hari ini. Karna aku tau ini roti spesial buatan Naomi. Tidak ada yang lebih spesial dari makanan yang dibuat oleh orang yang kita sayang. Ya sayang, aku sayang dia.

 

Naomi memakai helm yang ia bawa sendiri, bersiap untuk duduk di jok belakang motorku. Naomi terlihat sangat cantik pagi ini, ia memakai sweater berwarna putih dengan gambar rilakkuma di depannya berpadu dengan celana blue jeans dan sepatu vans hitam dengan motif garis putih. Tak lupa totte bag bertuliskan nama boyband asal korea BTS.

 

Aku pun memacu motor menuju kampus. Lalu lintas sekitar cukup ramai. Jarak dari rumah Naomi ke kampus sekitar empat puluh lima menit. Melewati beberapa pabrik textile dan jalan nasional.

 

“cantik banget sih, mau kemana?” kataku menggodanya.

“mau ke pasar beli ayam” balasnya sambil menepuk kesal punggungku.

 

Kita pun tertawa. Tangan Naomi berpegangan sedikit melingkar pada saku jaketku. Motor pun melaju semakin kencang dan tiba-tiba tangan Naomi memeluk ku. Bagi Naomi mungkin ia hanya berusaha agar tidak jatuh ketika di bonceng oleh sahabatnya. Tapi bagiku ini beda. Ini pelukan kasih sayang. Harapku sambil tersenyum.

      

Obrolan – obrolan kecil mengisi perjalanan, dari obrolan tentang mata kuliah di kelas sampai obrolan makanan favorit dikantin. Sesekali Naomi bernyanyi di perjalanan. Ia melantunkan lagu dari jkt48 heavy rotation. Entah ini anak kesambet apa, tapi bawaannya selalu enerjik setiap hari.

 

“dit nanti di depan aja ya” pinta Naomi.

 

Kayanya sudah menjadi kebiasaan setiap dia berangkat bareng denganku, pasti minta turun di depan gerbang kampus. Padahal dari kampus ke dalam menuju Gedung fakultasnya kuliah cukup jauh. Tak apalah, mungkin dia malu terlihat oleh teman-temannya naik motor bututku. Atau memang dia tidak mau terlihat jalan bareng denganku, biar disangka jomblo dan dikejar-kejar oleh laki-laki di kampus ini. Aku bagaikan gajah di pelupuk mata yang tak terlihat.

 

Sesampainya di gerbang kampus yang di depannya ada patung kuda berdiri mengangkat kaki menghadap ke utara. Naomi pun turun sambil membawa helm yang ia bawa.

 

“dit makasih yah..” ucap Naomi.

“oke sama-sama, tiati banyak cowo jahat” kataku seraya menakut-nakuti.

“hhhmmm, iya, yaudah sana entar telat loe” Balas Naomi.

“iyaa, byeee” kata ku sambil menarik gas pergi meninggalkan Naomi.

 

Sejujurnya aku memang udah telat masuk kelas, mata kuliahku yang pertama berbeda jam dengan Naomi. Tapi Naomi tidak mengetahuinya, sengaja aku tidak bilang. Biar bisa berangkat bareng dengan dia. Soalnya kalo aku jujur, dia pasti menyuruhku berangkat duluan.

 

Aku juga pernah, ketika Naomi ngewhatsapp ingin berangkat bareng ke kampus, padahal aku sudah sampai di kampus lebih dulu. Aku pun berbohong kepadanya kalo aku masih di rumah, dan saat itu juga aku balik lagi ke rumah Naomi untuk menjemputnya. Kalo udah sayang mau gimana lagi.

Hubungan ku dengan Naomi masih baik-baik saja. Masih bisa ngobrol kesana kemari, main bareng, makan bareng. Akrab sekali tanpa sekat. Tapi ini hanya sekedar hubungan seorang sahabat bagi Naomi. Tapi bagiku, tidak ada persahabatan yang murni diantara laki-laki dan perempuan tanpa ada salah satunya yang jatuh cinta.

 

Ialah aku, aku yang kalah oleh persahabatan. Masuk ke dalam jurang sesat bernama cinta. Dengan di iringi rasa yang berbeda, yang bertambah setiap harinya, rasa yang semakin lama tidak bisa tertahankan namun masih bisa ku tahan. Terjebak di dalam lembah bernama persahabatan.

 

Gedung Fakultas ku dengan Naomi tak begitu jauh, kita masih bisa janjian makan siang bareng di kantin atau sekedar ngobrol sambil menunggu jam mata kuliah selanjutnya.

 

Makanan favoritku di kantin adalah mie ayam mang sidik, sedangkan favorit Naomi adalah siomay mang Aam dengan bumbu kacangnya yang berbeda dari yang lain. Memang siomay mang Aam itu enak, tapi bagiku mie ayam mang Sidik lebih menggoda.

 

Siang itu dikantin, kita janjian makan bareng. Kali ini Naomi tidak sendirian, melainkan ia mengajak teman kelasnya bernama Naura. Sebelumnya aku sudah kenal dengan Naura. Dia teman ku juga di salah satu unit kegiatan mahasiswa pecinta alam.

 

Naomi terlihat asik ngobrol sendiri dengan Naura. Keberadaanku disana seperti daun bawang diatas semangkuk mie ayam, Cuma jadi pelengkap saja. Yang dimana tidak ada aku pun sebagai daun bawang, mie ayam masih tetap dapat dinikmati.

 

“eh gue cabut dulu ya..” kata ku pamitan setelah di cuekin mereka berdua.

“mau kemana dit, sibuk amat” kata Naura.

“bentar lagi gue ada kelas, kalian sih enak udah beres” jawabku.

“eh dit entar balik bareng lagi ya” pinta Naomi.

“kabarin aja ya, gue abis kelas mau futsal dulu sama anak-anak” kataku seraya meninggalkan mereka asik berdua.

 

Aku dan Naomi memang jarang pulang bareng karna jam selesai kelas kita berbeda. Naomi lebih sering pulang duluan naik ojek online. Tapi kali ini Naomi ingin bareng denganku. Ku iyakan lah permintaan itu.

 

Tiba pulang kuliah, aku lanjut bermain futsal bersama teman-temanku tidak jauh dari kampus. Futsal menjadi olahraga rutinku bersama teman-teman seminggu sekali. Kita biasa booking lapangan futsal jam setengah lima sore. Dan berakhir pas waktunya shalat magrib tiba.

 

Sehabis bermain futsal, aku menuju kos-kosan temanku Agus untuk menumpang mandi dan sholat magrib. selesai mandi aku mengirim pesan whatsapp bersiap untuk menjemput Naomi.

 

“balik gk nih?” pesanku telah sampai ke Naomi ditandai dengan tanda ceklis dua berwarna putih.

“dit gpp kan nunggu sebentar, Nunggu Naura di jemput kakanya” balas Naomi.

“yaudah kalem, gue masih di kosan Agus” kataku.

 

Padahal saat itu aku sudah lelah sekali sehabis futsal. Bayangan dan jiwa ku sudah ada di rumah. Membayangkan betapa enaknya rebahan dan mejulurkan kaki di atas Kasur kamarku.  Tapi lagi-lagi ini demi Naomi. Aku juga tidak akan tega membiarkan dia pulang malam-malam sendirian ke rumahnya.

 

Jam menunjukan pukul delapan malam, ini sudah lewat dari jam pulangku biasanya. Aku masih setia menunggu Naomi di kosan Agus sampai ketiduran. Tiba-tiba suara agus membangunkan ku.

 

“dit dit, Naomi nelpon tuh” agus sembari memberikan Handphone kepadaku.

“Halooo” jawabku di telepon dengan suara masih ngantuk.

“dit jemput gue sekarang aja, bentar lagi Naura di jemput kakanya” Kata Naomi di balik telepon.  

“sip, loe dimana, gue kesana sekarang” kataku bertanya.

“di masjid deket gerbang ya dit, gue nunggu disini sama Naura” Naomi mmemberitahu posisinya.

 

Setelah menutup telepon dari Naomi, aku pun siap-siap kesana. Dan tidak lupa berpamitan dulu kepada Agus. Lalu langsung tancap gas menuju masjid kampus. 

 

Sesampainya aku di masjid kampus berbarengan dengan kakak laki-laki Naura yang juga datang menjemput. Mereka berdua berpamitan kepadaku dan juga Naomi. Setelah mereka berdua pergi aku pun dan Naomi pergi meninggalkan kampus.

 

Melihat jam yang belum terlalu malam. Di perjalanan pulang aku pun berniat mengajak Naomi makan malam.

“kita makan dulu yu laper nih” ajak ku.

“nanti aja deh dit kenyang nih” jawab Naomi malas.

 

Motorku terus melaju dengan lampu sorot kuning kedepan melanjutkan perjalanan, ketika di perjalanan aku melihat pecel ayam di pinggir jalan, aku pun kembali mengajak Naomi makan.

 

“eh liat tuh, ada pecel ayam, mampir yuk” ajak ku kembali.

“enggak deh dit, gk laper” jawab Naomi semakin malas.

 

Perjalanan kembali berlanjut, langit hitam menemani kita berdua dengan kerlap kerlip lampu jalan, dibawah  fenomena supermoon yang terlihat jelas. Naomi seraya menunjuk ke atas langit.

 

“dit liat deh bulannya jelas banget” kata Naomi kagum.

“ya jelas lah, kan lagi supermoon” katakku.

“indah ya dit..”

“iyaa keren banget” jawabku, dan ketika itu aku langsung memberhentikan motor lalu mengeluarkan kamera di tas ku. Dan langsung mengabadikan fenomena supermoon tersebut.

 

Setelah mendapatkan potret supermoon, aku pun melanjutkan perjalanan. Di tengah perjalanan aku melewati kedai kopi kata. Dan lagi-lagi untuk terakhir kalinya sebelum sampai rumah Naomi aku pun mengajak ia makan.

 

“tuh kedai kopi kata, makan dulu yuk.. gue kangen indomie gorengnya nih” ajak ku kembali dengan penuh semangat.

“ngantuuk dit” jawab Naomi singkat.

 

Benar saja, ternyata Naomi benar-benar ngantuk. Di sisa perjalanan dia tertidur di jok belakang motorku, sambil menyenderkan kepalanya di bahuku. Dan tak lupa tangannya melingkar memeluk. Aku pun segera mengantarkannya pulang.

 

Mungkin bagi diri mu aku hanyalah teman yang pulangnya searah, yang keberadaannya tak pernah lebih dari sebatas teman. Tapi bagiku dirimu sangat berarti. Sama seperti lirik dalam lagu jkt48 futari nori no jitensha.

 

Duh Naomi, di malam yang dingin ini dan di bawah supermoon yang indah, harusnya kita menghabiskan waktu bersama. Mungkin hanya untuk sekedar minum coklat panas kesukaanmu sambil berbincang hangat di kedai kopi kata. Tapi kamu malah tidur.

Yasudah lah. Selamat tidur Naomi, mimpi indah.

Bersambung…

***

 

Terimasih sudah membaca, jika berkenan boleh share :)

kuy berteman, follow ya :

twitter @ApietHafizh

Instagram @Hafizhbankam

Youtube ApietHafizh

 

 

 

  

 

           

             

 

 

           

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

01.34

Hari Sabtu menjelang senja

by , in

 


 Hari Sabtu menjelang senja

 

Sudah menjadi kebiasaan buat ku nongkrong di bangku taman kota di sore hari menjelang malam. Sambil ditemani dengan lantunan musik yang keluar dari kedua speaker headset butut warna putih yang telah memudar.

 

            Sebuah lagu dari band asal kota Bandung yang namanya terdengar cukup unik, Juicy Luicy. Entah dapet dari mana ide nya nama tersebut. Tapi lagunya sungguh bisa di bilang “gue banget”. Lagu tentang kisah cinta yang terhalang oleh sebuah sekat bernama persahabatan.

 

            “bercerita tak bisa tak cerita tersiksa, akuuu aku terjebak persahabatan” suara Uan sang vokalis sungguh fasih melantunkan lagu Terjebak Persahabatan.

 

“siaaal” ucapku dalam hati, kenapa sih harus lagu ini yang terngiang-ngiang di kepala. Mana mungkin bisa seseorang mencintai sahabatnya sendiri. Sahabat ya sahabat! Tak perlulah ada cinta di dalamnya, ganggu!

 

Lagu itu mengingatkan akan sahabatku bernama Naomi, Naomi adalah teman masa kecilku hingga saat ini. Ya hingga saat ini sebelum kita semua menyadari perasaan aneh ini muncul, dan membuat persahabatan dan hubungan kita renggang.  

 

Hubunganku dengan Naomi dekat sekali, sangat dekat. Naomi adalah teman yang bisa di bilang kita tidak pernah lost contac sejak dulu. Kita main bareng, sekolah bareng, bahkan sekarang kita satu kampus, walau beda jurusan. Aku mengambil jurusan komunikasi dan dia akuntansi, walaupun sebetulnya dia ingin masuk jurusan psikolog tapi tidak keterima.

 

Sore itu ditaman aku bingung, mau senang atau sedih dengar kabar bahwa Naomi mau satu kampus denganku.

 

“eh dit, gue masuk kampus yang sama loh kaya loe” pesan whatsapp dari Naomi mengagetkanku.

 

“wah masa sih? Emang loe gk di terima jadi psikolog di kampus idaman loe?” bales ku

 

“engga dit, bukan rejekinya kali. Loe harusnya seneng kali gue satu kampus bareng loe” Naomi menjawab.

 

“seneng kenapa?” pertanyaan yang seharusnya aku tidak tanyakan, karena aku senidiri pun sudah tau jawabannya.

 

“ya loe bakalan sering ketemu sama gue hahaha” Ketawa Naomi di whatsapp sungguh bisa didengar. Ketawanya khas dengan senyum manisnya yang membuatku suka kepadanya, dia sahabatku Naomi.

 

Aku mulai suka kepadanya semenjak kita duduk di bangku smp.  Ada rasa yang tak seperti biasanya ketika aku dekat dengan dia. Rasa yang sungguh mengganggu sekali. Aku cuma teman mainnya tidak lebih, tapi ada rasa kehilangan bila dia tidak berada di dekatku. Rasanya aku ingin selalu dekat dengan dia.

 

Tapi rasa ini hanya aku yang menyimpannya sendiri, aku tidak berani mengungkapkannya. Dan untuk apa di ungkapkan, toh Naomi ini sahabatku, bukan gebetanku.

 

Awalnya aku bisa memendam perasaan ini sendirian, lama sekali. Tersiksa, jangan tanya. aku selalu mendengarkan curhatan Naomi tentang laki-laki yang dia suka, yang tentunya bukan aku. Cemburu? Sudah pasti tapi aku tidak punya hak untuk itu, karna sekali lagi Naomi adalah sahabatku bukan pacarku.

 

Aku bisa menyimpan perasaan itu sendirian hingga saat ini. Tapi tidak mungkin juga aku mampu menahan ini semua, hati kecilku seperti berteriak meronta ingin jujur tentang ini semua. Tapi aku bingung gimana caranya? Entah lah, mungkin perasaan ini semua takan pernah tersampaikan.

 

Langit biru dengan gumpalan awan yang terlihat seperti kumpulan kapas kecantikan perlahan berubah menjadi jingga, lalu lintas di sekitar taman ramai dikarnakan ini jam pulang kantor. Hingga akhirnya matahari benar-benar pergi dan langit menjadi gelap. Cahaya lampu taman mulai menghiasi.

 

setelah menunaikan shalat magrib di mushola yang terletak di dalam minimarket, aku kembali menyusuri jalan kota. Angin malam mulai berhembus dan menusuk ke arah tubuhku. Tak mudah bagi angin menyerangku, karna aku menggunakan jaket parka yang cukup tebal berwarna biru dongker dengan saku yang banyak sekali.

 

Aku berjalan mengikuti trotoar ke ujung jalan, menyebrangi zebra cross, lalu belok kanan ke arah jalan anggrek dan menuju sebuah kedai kopi yang cukup ramai. Terlihat banyak sekali motor memenuhi parkiran.

 

Tulisan “welcome to Kopi Kata”  terpampang jelas di temboknya, tembok dengan motif batu bata merah dengan lampu tumblr menghiasi tiap sudutnya. Terlihat beberapa barista yang sedang meracik kopi dan juga beberapa pengunjung. Sekumpulan orang di pojok kanan sepertinya anak-anak SMA, sedangkan di ruangan outdoor terdapat muda-mudi berpasangan. Sungguh membuat iri.

 

Aku memesan segelas es kopi kekinian dengan tambahan toping biscuit regal yang lembek karna bercampur dengan kopi. Aku juga bingung, di malam hari yang dingin ini kenapa aku harus pesan es kopi. Tidak tahu, mungkin biar sah menjadi anak milenial.

 

Aku memilih duduk di pojok kiri ruang outdoor tepat di sebrang panggung live music.  Di panggung live musik terlihat band duo dengan seorang wanita menjadi vokalis dan si pria memainkan gitar akustik merk Yamaha memainkan lagu “untuk dikenang” dari jikustik. aku pikir mereka juga dalam ikatan pasangan yang lebih dari hanya sekedar partner ngeband, karna chemistry keduanya terlihat sangat hangat.

 

Ku mulai mengeluarkan laptop dari tas hitamku, membukanya dan menghubungkan kabel charger dari laptop ke stop kontak. Inilah alasan aku memilih tempat duduk disini, karna terdapat stop kontak. Aku tidak bisa jauh dari stop kontak, bagiku stop kontak bagian dari kehidupan.

 

Tampilan laptopku kini sebuah halaman Microsoft word, aku mulai mengetikan huruf per huruf kata per kata. Menyusunnya menjadi sebuah kalimat. Ya aku memang suka menulis. Akupun seorang blogger, sudah banyak cerita cerita pendek yang aku upload ke blog ku, ada juga beberapa riview riview makanan. Kopi di kedai kopi kata pun tak luput aku tulis didalam blog.

 

“maaf mas, indomienya” seorang witers mengantarkan makanan ke mejaku, sebelumnya aku memang memesan indomie goreng double dengan telur mata sapi matang, aku tidak suka telur setengah matang yang kata beberapa orang enak. Menurutku dimana letak enaknya sebuah telur mentah yang masih encer. Hueeek

 

Akupun menghabiskan waktu di kedai kopi kata. Menyelesaikan tulisanku dan melahap habis indomie yang sudah di modif sedemikian rupa ala kedai kopi kita. Indomie memang seleraku!

Hari semakin malam, pengunjung datang dan pergi. Band duo di panggung telah menemani sepanjang malam para pengunjung kedai kopi kita, menghabiskan beberapa buah lagu. Ditemani sorot lampu panggung dan suara soundsytem yang nyaring terdengar.

 

Tegukan kopi susu terakhir pun berhasil ku alirkan kedalam tenggorokanku, didalam gelas hanya tersisa sedotan warna hitam dan sebongkah kecil es batu yang belum mencair. Sedangkan indomie telah lenyap besih tak tersisa di piring bermotif bunga mawar berwarna merah. Aku pun menutup laptopku dan tak lupa men save terlebih dahulu tulisanku. Dan memasukannya kedalam tas.

 

“mas saya sudah di depan kedai” Pesan masuk dari aplikasi ojek online membuatku bergegas pamit dari kedai kopi kita.

 

Bersambung...

***


Terimasih sudah membaca, jika berkenan boleh share :)

kuy berteman, follow ya :

twitter @Apiethafizh

Instagram @Hafizhbankam

Youtube ApietHafizh


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


13.21

Solo Traveling part 1 - Yogyakarta

by , in
   Yogyakarta, gk ada bosen-bosennya berkunjung ke kota ini. selain orangnya ramah-ramah, Jogja juga punya kuliner yang gk kalah serunya, murah-murah lagi. pas banget buat orang yang kepengen jalan-jalan namun punya budget sangat minim kaya gw.

   Berawal dari keisengan gw mengikuti giveaway lebaran dari traveloka, dapetlah satu voucher yang lumayan nilainya buat dipake jalan-jalan. waktu itu sih gw bingung mau dipake kemana? soalnya lagi gk ada budget juga buat jalan-jalan. 

   Setelah mikir beberapa lama, akhirnya memutuskan untuk solo traveling ke tiga kota, yaitu Yogyakarta, Surabaya, Malang. tadinya mau diterusin sampe ke Bali, tapi dikarnakan waktu yang tidak memungkinkan, jadi hanya sampai Malang aja.

   Sumpah, jalan-jalan kali ini random banget, dadakan pula. soalnya masa berlaku Voucher dari Traveloka cuma sampe akhir bulan. kalo gk cepet-cepet dipake bakalan angus dan hilang begitu aja. kan sakiiit yaaaa..

   Akhirnya voucher dari traveloka gw tukerin dengan beberapa transportasi, dari mulai berangkat sampe gw pulang lagi. Jadi perjalanan ini adalah perjalanan estapet. kenapa estapet? karna biar seru aja gtu gk langsung sampe ke kota tujuan, tapi singgah dulu di kota yang lain, walaupun di kota tersebut gk kemana-mana. cuma transit aja.

   Sebulan dari saat penukaran Voucher, saat itu gw masih sibuk dengan urusan kuliah. dilema dateng, disaat gw udah punya tiket buat jalan-jalan, disatu sisi gw harus menyelesaikan sidang kompre, karna kalo sidang gk beres bisa-bisa jalan-jalan gw batal. dan tiketnya pun gk bisa di refund. mau gk mau gw harus bisa kejar target sidang gelombang pertama, biar jalan-jalan gw gk keganggu.

   Akhirnya dengan kesungguhan gw pun bisa ngejar target buat sidang gelombang pertama, dari sidang ke jadwal keberangkatan itu cuma beda 3 hari, alhamdulillah pas banget. tapi saat itu gw belom booking penginapan sama sekali, gk tau kenapa. mungkin karna random kali ya.

   Pada saat hari H gw sidang, pagi hari gw sudah berada di kelas buat ikut sidang, sebelum sidangnya di mulai gw main handphone, dan baru inget kalo masih punya voucher penginapan dari airyroom. akhirnya iseng lah ngecek kamar di aplikasi tersebut. dengan tanpa berfikir panjang gw pun booking salah satu kamar ditukerin pake voucher yg gw punya. pas banget kamar dapet, sidang pun dimulai.

   Okeh skip, langsung aja ke Yogyakarta. setelah sampe di stasiun tugu gw jalan kaki menyusuri Malioboro, di Jogja ini gw gk lama, cuma transit doang sebentar sebelum nanti malem berangkat ke Surabaya. kenapa cuma transit? karna ya sekalian aja, jalan jauh tanpa singgah ke Yogyakarta tuh kaya ada rasa yang kurang gtu.

   di Jogja gw ketemu sodara yang kebetulan lagi maen di sini juga. kita pun muter-muter di pasar Beringharjo sambil mencari oleh-oleh buat ke Bandung. sodara gw sih yang belanja bukan gw, gw mah jarang banget beli oleh-oleh. 

Pasar Beringharjo
   Setelah belanja kita pun menuju hotel tempat sodara gw nginep. disini betapa beruntungnya gw wkwk. karna sodara gw pulang duluan ke Bandung dan jam cekout itu masih lama sekitar jam 12, jadi gw pakelah dulu kamarnya, lumayan buat tidur-tiduran sama numpang mandi, terus dapet jatah makan siang lagi wkwk. beres cekout kamar, gw langsung menuju ke daerah Lempuyangan, tadinya cuma niat mau maen bentar ke baciro, tapi lagi males jalan banget. akhirnya diem di depan stasiun lempuyangan sambil nongkrong di angkringan. 

   Setelah numpang charger handphone di stasiun, gw pun melanjutkan perjalanan ke alun-alun yogyakarta, sumpah Jogja lagi panas-panasnya, ditambah jalan kaki lagi. saat itu lagi banyak-banyaknya anak-anak sekolah study tour ke Jogja. keraton pun tampak ramai. 

titik 0km Yogyakarta
   Gw udah bingung mau kemana lagi, sumpah random banget tanpa itenary, ngikutin kemana kaki melangkah. kuliner udah, kenyang udah. akhirnya gw memutuskan untuk balik ke Malioboro sambil ngabisin waktu sebelum ke terminal Giwangan malam ini. 

   Di Malioboro gw kembali mencoba makanan yang gk asing lagi di daerah sini, yup sate. disini banyak banget mba-mba penjual sate. kayanya ada yang kurang kalo kesini tanpa beli sate. murah meriah lagi cuma 10rb udah pake lontong. 

   Satu porsi satepun abis, sumpah di part 1 ini gw gabut banget di Jogja, bukan karna gk rame, tapi udah bingung mau kemana lagi, soalnya udah sering banget kesini. gw pun memutuskan untuk langsung cabut ke terminal. dari Malioboro gw menggunakan transportasi umum yaitu transyogya. pada saat itu penuh banget kondisinya, dan untuk menuju terminal Giwangan, gw harus transit satu kali. 

   Dan pada saat transit kondisi di halte sangat penuh sesak, serius penuh banget. dan bisnya pun datengnya lama banget. akhirnya gw pun memutuskan untuk keluar halte, dan melanjutkan perjalanan ke terminal menggunakan ojek online.

Kondisi Halte transjogja
   Sesampainya di terminal Giwangan, hari sudah menjadi gelap. gw pun memutuskan untuk sholat magrib terlebih dahulu di Mushola terminal. setelah sholat gw pun menuju konter po bis yang akan gw naiki. karna gw membeli tiketnya online melalui traveloka. dan pada saat gw di konter bis, terminal Giwangan mati listrik, keadaan terminal pun menjadi gelap gulita, tapi semua kegiatan tetap berjalan dengan baik.

   Kondisi terminal Giwangan saat itu ramai oleh penumpang arah Surabaya. mereka saling berebut kursi, bahkan bus yang baru masuk terminal pun langsung menjadi sasaran mereka, demi mendapatkan kursi bus yang kosong mereka pun rela berlari mengejar bus.

Calon Penumpang Bus
   Untungnya gw  udah reservasi tiket online, jadi kata kondektur busnya yang membeli tiket online di prioritaskan memasuki bus terlebih dahulu, kesempatan ini lah gw pake untuk memilih kursi paling depan. biar bisa melihat pemandangan di depan jalan, ya walaupun perjalanan ini menggunakan Bus malam, tapi tetep aja pemandangan di depan kaca bus selalu menjadi favorit.

   Estimasi waktu tempuh perjalanan Yogyakarta ke Surabaya di aplikasi terjadwal sekitar sepuluh jam, tapi ternyata gara-gara busnya menggunakan tol transjawa menjadi lebih singkat sekitar lima jam, gw sampe Surabaya lebih awal, sekitar subuh sudah sampe di Surabaya.

gimana cerita selanjutnya? next di tulisan part 2 ya :)




23.34

PURWAKARTA ISTIMEWA

by , in
di depan Taman sri Baduga Purwakarta
     Pernah gk sih lo gabut gk ada kerjaan seharian, trus bingung mau ngapain? nah gw sering banget tuh kaya gtu.. kalo seharian cuma youtuban doang, maen game kayanya flat banget ya gk ada kesibukan laen gtu.

     Jadi gini ceritanya, gw kan ada jadwal syuting buat ILM (iklan layanan masyarakat) gtu, jadilah gw nginep di deket lokasi syuting, dan ternyata dari malemnya udah gk beres dan bener aja paginya langsung di cancel gk jadi syuting dan di reschedule.

     Gw mikirnya seharian bakal gabut banget nih gk ada kegiatan. mikir kemana ya enaknya, dan sampailah pada niat buat main ke kota tetangga yang gk jauh dari Bandung.

     Yup, Purwakarta kota kecil yang tidak terlalu jauh dari Bandung ini menjadi tujuan gw, entah sih niatnya mau ngapain kesana, bener-bener random aja.

     Setelah mengumpulkan niat yang bener-bener mateng. gw pun memulainya dengan bismillah. lalu lanjut menghubungi temen gw yang jadi warga lokal sana buat jadi gaet preman setempat atau di sebut GPS.

     Jam 08.00 pagi gw berangkat dari kosan sodara gw di daerah sukajadi, menggunakan sepeda motor kesayangan menuju arah kota. disini gw bingung mau taro motor dimana ya? dan bingung juga mau ke purwakartanya naek kereta atau bis.

     Sampai akhirnya gw memutuskan untuk naik bis aja ke purwakartanya. eh bingung lagi mau naro motor di terminal atau titip dimana ya? karna gw orangnya ngirit gk mau bayar parkir, akhirnya si motor pun gw titipin di salah satu kantor ormas deket stasiun Bandung. toh nanti gw dari Purwakarta ke Bandungnya bakalan naek kereta.

     Setelah gw menitipkan motor di daerah viaduct. gw melanjutkan perjalanan lagi menuju ke terminal leuwi panjang menggunakan Damri, seharga goceng (lima ribu rupiah) jauh dekat sama saja.

Damri Ledeng - Leuwi Panjang
     Setelah sampai di terminal, gw langsung nyari bis yang ke arah purwakarta. dapetlah bis Primajasa Ekonomi tanpa AC seharga 22rb. waktu itu penumpaknya gk banyak cuma beberapa orang aja. bis ini tujuan akhir ke Cikarang, tapi bisa turun di purwakarta. singkat cerita bis pun mulai jalan keluar dari terminal menuju ke tol pasir koja, masuk ke dalam tol purbaleunyi.

Primajasa Bandung - Cikarang
     Sekitar kurang lebih satu jam perjalanan tol, bis pun persiapan keluar tol ciganea purwakarta. gw pun turun disini. dan gk lama langsung di jemput oleh temen gw naik motor.

     Karna udah siang juga, dan masuk jam sholat dzuhur, gw pun memutuskan untuk ke masjid besar Purwakarta yang letaknya gk jauh dari taman Maya datar Purwakarta. setelah sholat gw pun jalan jalan sebentar di taman maya datar. kala itu lagi ramai anak sekolahan pake seragam SMA, entah lagi studi tour atau memang anak sekolah sekitar sini. pokonya rame banget. tapi gw gk bisa lama karna waktu gw cuma sebentar disini.

Taman Maya Datar
     Lanjut lah perjalanan menuju rumah temen gw. sebenernya gw Purwakarta cuma iseng aja. jalan jalan random sambil buang2 waktu. gk tau kenapa udah jadi hoby kayanya ngabisin waktu dijalan. kayanya sih nyaman aja gtu berjam jam di kereta atau bis nikmatin perjalanan.

     Sebelum sampe rumah temen gw, perut pun sudah berontak meminta haknya. akhirnya gw pun bingung pengen makan apa di kota istimewa ini. sate maranggi kah yang khas? atau apa gtu? bingung milih makanan, akhirnya gw pun memutuskan untuk cari warung mie ayam. karna mie ayam itu adalah salah satu makanan ter the best di dunia ini. ditunjukanlah warung mie ayam deket rumah temen gw.

Mie ayam dulu bosqu
     Menikmati semangkok mie ayam plus baso adalah kenikmatan yang haqiqi. ditambah lagi segelas es teh manis membuat seger di kala cuaca purwakarta yang panas menyengat ini.

Murmer banget
     Singkat cerita seberes makan mie ayam gw pun langsung menuju rumah temen gw yang gk jauh dari warung mie ayam. tidur-tiduran sebentar sambil istirahat. karna sebentar lagi gw bakalan balik pake kereta.

     Jadwal keberangkatan kereta dari Purwakarta ke Bandung ada di jam 4 sore. gw gk akan lagi takut kehabisan tiket dan gk perlu ngantri buat dapetinnya. karna gw udah pesan tiket sebelumnya lewat aplikasi KAI Acces. yup sekarang tiket Kereta lokal sudah dapat di beli lewat aplikasi, jadi gk perlu cape ngantri-ngantri lagi.


E-tiket Kai Access
     Jam tiga lebih gw pun menuju stasiun Purwakarta dianter temen gw. bingung juga sih, gw ke Purwakarta cuma buat beli mie ayam trus balik lagi ke Bandung. udah gtu doang? gk jelas banget kan gw. emaaaaaang.

     Di deket stasiun Purwakarta ada penjual roti kukus yang jualannya menggunakan motor roda tiga. semacam food truck gtu. harganya pun murah cuma lima ribu. gw pun langsung pesen roti kukus pandan dengan selai coklat. lumayan buat dimakan di kereta.

     Beres beli roti gw pun langsung ke stasiun. pamit sama temen gw, tak lupa mengucapkan terimakasih karna sudah mau di repotkan. gw pun masuk ke dalam stasiun. pada saat cek in ke stasiun, gw tidak menggunakan tiket kertas, melainkan menggunakan fitur e-tiket yang terdapat di dalam kai acces. jadi tinggal scan di pintu masuk langsung bisa masuk stasiun deh tanpa ribet.

     Kereta yang akan gw naikin sudah tersedia rangkaiannya, gw pun langsung naik ke dalam kereta. disini gk berlaku nomer kursi. jadi bebas milih tempat duduk mau dimana aja. gw pun milih duduk di kereta nomer tiga, inget ya disebutnya kereta kalau bawa penumpang itu, bukan gerbong.

Rangkaian kereta Lokal Cibatuan
     Tiketnya murah banget, Purwakarta ke Bandung cuma 8rb, beda jauh sama bis yang tadi gw naekin ke purwakarta seharga 22rb. nama keretanya Kereta Lokal cibatuan. kereta ini melayani relasi dari stasiun Cibatu Garut menuju stasiun Purwakarta Pulang pergi. keretanya menggunakan rangkaian kereta kelas ekonomi K3 dengan susunan kursi yang berhadap-hadapan. cukup nyaman sih apalagi udah ada ACnya. tadi mah naek bis gk ada ACnya wkwk.

Perjalanan menuju Bandung ditemani Roti kukus
     Karna gw beli tiket nya menggunakan KAI Acces, dan cek in menggunakan e-tiket, saat kondektur memeriksa karcis penumpang, gw pun cukup tinggal memperlihatkan e-tiketnya kepada kondektur kereta yang bertugas. sempat ada masalah sih. karna provider simcard gw gk ada sinyal sepanjang perjalanan Purwakarta ke Bandung, KAI acces gw susah buat di buka karna gk ada sinyal. untungnya gw udah screen shoot e tiketnya, dan diperbolehkan oleh bapak kondekturnya. Alhamdulillah.

     Kereta gw sampai sekitar pukul 6 lebih, sesampainya di stasiun Bandung gw pun numpang sholat dulu di mushola stasiun Bandung. kamar mandi dan tempat sholatnya bersih banget.

     Yup, sekian dulu trip gk jelas ini, nantikan cerita cerita trip gk jelas yang lainnya. share bila berkenan :)

klik to Follow me :
Twitter : ApietHafizh
Instagram : HafizhBankam
subscribe my youtube channel : ApietHafizh  klik Subscribe karna subscribe itu gratis!
  



09.48

Mudahnya Traveling Bareng Reddoorz

by , in


     Di zaman sekarang siapa sih yang gak suka traveling? Pasti kalian suka kan? Baik itu bareng keluarga, pasangan, sahabat atau bahkan solo traveling. Saat ini traveling menjadi tren atau bahkan hobi bagi sebagian orang.
     Traveling adalah Bahasa inggris yang kalo diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya Berpergian. Baik itu berpergian urusan kerjaan atau sekedar liburan. Di Indonesia sendiri sih traveling sering di artikan liburan atau jalan-jalan.
     Traveling bukan hanya sekedar perjalanan ke sesuatu tempat tapi lebih dari itu, kalo tujuan gw sendiri sih traveling itu buat nyari pengalaman baru yang bisa di dapatkan dengan cara mengunjungi suatu tempat. Dimana tempat tersebut bisa memberikan kesan dan pengalaman baru.
     Buat seorang newbie traveller seperti gw pasti sering bingung nentuin tempat tujuan untuk dikunjungin. Pengen kesana pengen kesini tapi bingung milihnya. Tapi sekarang gw gk pernah bingung. Karna ada Reddoorz. Dengan Reddoorz gw gk perlu bingung lagi mau kemana, karna Reddoorz memberiksn rekomendasi tempat tempat yang lagi hits banget, jadi gk bakal ketinggalan update.
     Cukup buka blog RedDoorz di https://blog.reddoorz.com/category/places-to-visit/ disana banyak rekomendasi tempat-tempat yang keren buat dikunjungin. Sangat membantu banget buat seorang newbie traveller seperti gw biar gk kebingungan nyari tempat tujuan.

berbagai rekomendasi tempat dari Reddoorz
     Tempat tempat yang di rekomendasikan oleh Reddoorz selalu menjadi pilihan tepat untuk dikunjungi. Selain karna banyak pilihannya, tempat tempat yang di rekomendasikan oleh Reddoorz juga sudah pasti adalah tempat tempat yang lagi hits untuk dikunjungi. jadi kamu bakalan jadi anak kekinian banget karna sudah mengunjungi tempat tersebut.
     Selain itu di blog Reddoorz juga bisa menjadi solusi untuk teman traveling kamu. Banyak banget pilihan yang kamu butuhkan disana. Mulai dari tips traveling, tempat makan, tempat menginap, dan yang pasti tempat tempat rekomendasi wisata.
Blog Reddoorz

     Kamu bisa mendapatkan banyak tips tips untuk traveling yang sangat bermanfaat, ini sih cocok banget buat panduan gw sebagai newbie traveller. Untuk tips tips nya kalian bisa buka di blog Reddoorz https://blog.reddoorz.com/category/tips-trick/. Banyak sekali tips and trick disana, mulai dari gimanasih cara packing pakaian yang simple, tips membuat rencana traveling hemat, sampe tips cara menjaga kesehatan selama traveling. Lengkap banget kan tips and tricknya, buat kamu yang tertarik bisa kunjungin blog Reddoorz sekarang!
     Zaman sekarang ternyata traveling bisa lebih mudah ya, banyak blog traveling yang bisa dijadikan guide selama traveling. Ya salah satunya Blog Reddoorz ini. Bahkan didalam tips and tricknya blog Reddoorz, kalian bisa menemukan tips mempersiapkan pakaian yang cocok digunakan ketika traveling. Kalian tidak perlu khawatir ketinggalan atau salah pakaian. Jadi ketika berlibur ke gunung Bromo yang dingin kalian tidak akan khawatir lupa atau ketinggalan pakaian hangat, atau ketika berlibur untuk snorkling kalian tidak akan lupa membawa baju renang. Sangat bermanfaat bukan.

Tips and Trick dari Reddoorz

     Ngomongin traveling, so pasti gk akan ketinggalan yang namanya kuliner. Apalagi ketika kita mengunjungi suatu destinasi wisata, hal yang paling utama kita harus lakukan adalah mencicipi kulliner khasnya. Nah di blog Reddoorz pun kamu bakalan menemui rekomendasi tempat makan yang ada di kota tujuanmu untuk traveling. Gk hanya pas traveling sih, bahkan rekomendasi tempat makan di kotamu pun ada. Dari makanan berat, desert, minuman hingga rekomendasi tempat makan yang cocok buat kamu yang jomblo, hiiii jomblo. Nah itu semua bisa kamu temukan di https://blog.reddoorz.com/category/places-to-eat/

berbagai rekomendasi kuliner dari Reddoorz

     Mungkin yang paling terkenal dari Reddoorz adalah jaringan penginapan budget yang ada di Indonesia. Yup benar banget, Reddoorz adalah pilihan tepat disaat bingung ingin liburan namun budget terbatas. So jangan khawatir, meskipun budget terbatas kamu tetap bisa liburan. Dengan membaca tips liburan hemat di blog Reddoorz, kalian bisa tetap liburan menggunakan pilihan kamar dari Reddoorz.
     Booking kamar Reddoorz gk perlu ribet, cukup dalam genggaman. Aplikasi Reddoorz bisa kalian dapatkan di aplikasi store handphone kalian, cukup download gratis dan buka aplikasinya.

aplikasi Reddoorz

     Kamar Reddoorz tersebar di Indonesia, tinggal pilih destinasi yang ingin kita kunjungi, maka di aplikasi muncul banyak pilihan kamar yang bisa kita pilih. Harga kamar dari reddoorz sangat terjangkau. RedDoorz “comfortable rooms at great prices” begitu bunyi slogannya.


Pilihan kamar Reddoorz
    RedDoorz merupakan jaringan akomodasi budget di Indonesia dengan standar pelayanan berkelas. Ada enam garansi yang diberikan oleh Reddoorz. 
6 garansi Reddoorz

     Seprei di kamar Reddoorz dijamin bersih, dan sudah pasti diganti dengan yang baru. Jadi setiap kita menginap dikamar Reddoorz akan terasa nyaman, gk mungkin deh pas tiduran kerasa gatel gatel lagi. Selain seprei dan tempat tidur yang bersih, kamar Reddoorz pun dijamin kebersihannya. Bener bener bikin nyaman sampe pengen stay trus di kamar Reddoorz, coba bayangin dengan harga murah kalian bisa mendapatkan kamar yang senyaman ini. Beruntung banget kan!
Kamar Reddoorz Prawirotaman 3

     Di Reddoorz kamu bakalan mendapatkan kamar mandi private didalam kamar, selain itu kamar mandinya juga bersih jadi kamu gk perlu lagi risih ketika menggunakannya.
Kamar Mandi Reddoorz yang bersih

     Nah hebatnya di kamar Reddoorz. Walaupun harganya murah, kamu bakalan tetap mendapatkan peralatan mandi, diantaranya sikat dan pasta gigi, sabun, shampoo, handuk, cottonbud dan juga handuk. Jadi gk perlu ribet lagi bawa peralatan mandi kan, hehe jadi space penyimpanan tas kamu lebih luas.
Peralatan Mandi dari Reddoorz

     Terdapat Tv kabel di dalam kamar Reddoorz, kamu gk bakal mati gaya selama menginap disana. Kamu bisa nonton film, dengerin channel music dan lain lain. Pokonya betah deh!
     Ketika kamu menginap di kamar Reddoorz, kamu bakalan mendapat air mineral dan juga wifi gratis. Gk bakal takut lagi kehausan, dan yang pasti bisa lebih hemat juga tanpa mengeluarkan uang untuk membeli air minum hehe. Waktu gw nginep sih wifinya kenceng banget, lumayan kan buat upload foto-foto kalian selama liburan.
terdapat tv kabel di kamar Reddoorz
     Gk cuma fasilitas diatas, Pengalaman gw waktu nginep di Reddoorz prawirotaman. Kamar yang gw dapetin seharga Cuma Sembilan puluh Sembilan ribu rupiah, gw bisa mendapatkan fasilitas tambahan yaitu kolam renang. Ya kali nginep murah udah bisa dapet kolam renang, Reddoorz memang solusi untuk liburan hemat. Bahkan kamarnya nyaman banget, acnya dingin bikin males kemana mana saking betahnya di kamar.
Kolam Renang di Reddoorz Prawirotaman 3

     Resolusi traveling gw saat ini udah terjawab dengan kehadiran Reddoorz. Traveling tidak lagi ribet, Reddoorz sudah memberikan panduannya didalam blog Reddoorz, serta banyak pilihan kamar murah yang bisa dipesan didalam genggaman aplikasi. 
     Next time gw mau liburan ke Malang, dan gw gk bakal bingung lagi mau nginep dimana. karna Reddoorz pasti nyediain kamar yang pas dikantong. liburan pun bakalan semakin menyenangkan.
     Kini traveling menjadi semakin mudah, dan bisa dilakukan kapan pun tanpa perlu lagi khawatir dompet menjadi tipis, karna dengan Reddoorz liburan menjadi hamat dan menyenangkan.
Reddoorz bisa menjadi solusi buat kita semua yang udah gk sabar lagi pengen liburan! Kuy liburan gk perlu ribet, cukup bawa ransel, yang penting kuuy! Terimakasih Reddoorz!