karna kebahagian itu diciptakan sendiri, yuk makan, jalan-jalan. gk perlu ribet. cuma bawa ransel. yang penting kuyy!!

08.52

Takdir dan Musibah

by , in

Terminal Margahayu

Sabtu, 19 November 2016

Terminal Margahayu pagi itu terasa panas. Matahari mulai memuncak, para supir angkot hanya sedikit yang terlihat. Ada yang sedang bermain tenis meja dan sebagian sedang duduk duduk sambil merokok serta menengguk segelas kopi.

Mensosialisasikan angkot pintar kepada supir angkot



Saat itu kami sedang mensosialisasikan mengenai ANTAR (Angkot Pintar) yaitu semacam program yang bekerja sama dengan Dinas Perhubungan kota Bandung dalam penyediaan Angkot Baca. Jadi nantinya didalam Angkot itu ada Rak yang menyimpan koleksi Buku-buku untuk dibaca oleh para penumpang.
Mengukur tempat yang akan ditarh rak buku

Awalnya supir angkot terlihat keberatan, namun setelah kita jelaskan mengenai Program tersebut, supir angkot menjadi antusias terhadap program kami. Kita mendata beberapa Supir angkot dibantu oleh Dishub yang bertugas di Terminal tersebut.
Salah satu supir angkot yang bersedia

Setelah beres dari Terminal, kita menuju Heritage tempat angkot Stop berada, tepatnya dijalan Riau. Disana kami akan melakukan agenda rutin Rindu Menanti. Keadaan disana pada saat itu cukup ramai, mungkin dikarenakan sedang Weekand. Jadi jumlah pengunjung disana meningkat dari hari-hari biasanya.

Beberapa buku yang kita bawa dijejerkan pada bangku, lumayan banyak koleksi buku yang dibawa. Dari mulai Novel hingga buku pemikiran. Buku untuk bacaan anak-anak pun kami ada. Pada saat itu ada satu keluarga yang sedang berlibur, ada kakak beradik yang sangat ingin membaca. Untungnya kami membawa buku bacaan untuk anak-anak.

Koleksi buku yang kita bawa


Pada saat itu juga ada seorang pemuda, ia bercerita bahwa dia berasal dari Banjarmasin Kalimantan. Kedatang dia ke Bandung untuk bekerja, dan pada saat itu telah selesai kerjaannya. Dan ada juga seorang Dosen Sosiologi yang tertarik dengan kegiatan kita. Si Dosen memberikan banyak masukan kepada Kita.

Selepas Sholat Ashar kami pun menyudahi kegiatan. Pada saat itu aku teringat baru saja terkena musibah, Ban motorku bocor. Pada saat menanti pun aku sering bolak balik ke parkiran. Saking seringnya aku bolak balik ke parkiran, pada saat ingin pulang aku dicurigai oleh satpam. Pada saat itu motor tidak aku hidupkan, tetapi hanya didorong. Pada saat mendorong motor datang satpam menghampiriku. Ia menanyakan STNK, Alhamdulillah aku bisa menunjukannya.

Pada saat keluar parkiran hujan turun sangat deras, dengan masih mendorong motor aku langsung berlari menuju kantor Polisi. Disana kita numpang berteduh dan ikut nonton bareng pertandingan sepakbola Tim Nasional.

Dirasa hujan tak kunjung reda, aku memutuskan untuk kembali melanjutkan perjalanan. Saat itu aku bersama Reynaldi. Karna Zein dan Vina sudah pulang duluan. Setelah bertanya pada bapak polisi tentang tukang tambal ban, kami pun melanjutkan perjalanan dengan masih mendorong motor.

Dari jalan Riau kemudian belok ke jalan Banda kami terus mendorong motor ditemani dengan rintik air hujan yang membasahi pakaian kami. Dari jalan banda lalu terus hingga menuju taman Musik. Disana kami kembali menanyakan tukang tambal Ban kepada penjual Pecel Lele. Setelah ditunjukan kami pun melanjutkan perjalanan, hingga akhirnya sampai kepada Jalan Sumbawa.

Di Jalan Sumbawa akhirnya kami menemukan tambal Ban. Tukang tambal yang terlihat sederhana. Tidak menggunakan bangunan, melainkan hanya sebuah terpal yang dijadikan Tenda. Tidak ada penerangan hanya sebuah senter kecil. Kami duduk dibangku kayu dibawah sebuah pohon. Saat itu gelap sudah turun, sambil menunggu aku pun berdiskusi dengan Reynaldi.

Tambal ban ditemani hujan


Tak berapa lama datanglah kedua pemotor. Bisa dibilang Ukhti, karena penampilan mereka sangat islami dengan kerudung yang panjang. Merasa kasihan aku pun menawarkan tempat duduk kepada mereka berdua tanpa berniat modus. Hanya berlandaskan keikhlasan dalam berbagi sesama muslim, lebih khusus kepada Wanita.

Waktu maghrib pun tiba, aku Izin Sholat ke Tukang tambal ban. Kebetulan masjid berada sangat dekat. Kami pun Sholat maghrib di jama dengan Sholat Isya. Setelah Sholat selesai kami kembali ke tukang tambal Ban, dan ban sudah beres ditambal. Pada saat itu aku tidak mempunyai uang sepeserpun. Reynaldi pun hanya mempunyai selembar uang. Mungkin dengan keajaiban Sholat akhirnya kami bisa membayar tukang tambal ban tanpa dengan ada masalah.

Kamipun melanjutkan perjalanan, pada saat itu ada acara liliwetan dirumah Pak Rosihan, Anak-anak yang lain sedang kajian di kampus, aku pun tidak ikut kajian tapi niat langsung ke rumah pak Rosihan. Malam dengan langit gelap sangat menyulitkanku dalam menjalankan motor, dikarenakan lampu motor ku yang memang redup.

Itulah alasan untuk beberapa kali kami kesasar, beberapa kali kita bolak-balik karena merasa kurang yakin akan jalan yang kita lalui. Hingga pada akhirnya kami berhasil menuju rumah pak Rosihan. Singkat cerita, anak-anak yang lain pun sudah berdatangan. Akhirnya Makan juga pikirku.. Karna Jujur hari itu aku belum menyentuh Nasi sama sekali, dikarnakan aku benar-benar tidak mempunyai uang sepeserpun, hanya bermodalkan Tanki bensin yang penuh.

Jam dua dini hari acara liliwetan pun selesai, dengan rasa kantuk kami pun berpamitan kepada pa Rosihan. Kami pun pulang bersama-sama. Ditengah malam yang sepi, dengan formasi motor yang ngebaris seperti anak-anak touring kami seperti Geng Motor. Aku merasa menjadi seperti Dilan, dan waktu itu melewati jalan Ciwastra - Buahbatu persis seperti Dilan bersama Geng motornya. Tapi sayang Kisah cintaku tak seperti Dilan.

Dipertigaan arah menuju kampus aku berpisah dengan rombongan karna harus mengantarkan Reynaldi pulang ke Rumah. Keadaan benar-benar sangat sepi. Sesepi hati Pembaca. Namun ku beranikan diri, setelah mengantar Reynaldi aku pun benar benar sendiri. Sendirian menuju kampus, dan dengan keadaan jalan yang benar-benar sepi. Akhirnya dengan tenaga Valentino Rossi aku pun sampai dikampus.

Ini kisahku dengan segala Suka duka citanya. Mana ceritamu???
Salam hangat para penanti klik disini untuk Follow Instagram rindu menanti
#rindumenanti #read #share #change #Ayomakmurkanhalte
08.19

24 jam di kereta Bandung - Yogyakarta

by , in
didalam kereta Kuto Jaya Selatan

     Selain pengalaman menyenangkan saya juga punya pengalaman yang tak terlupakan ketika naik kereta. Saya pernah ngerasain yang namanya didalam kereta selama hampir 24 jam. Padahal jarak yang saya tempuh hanya dari Bandung ke Yogyakarta. Kok bisa selama itu? 

     Jadi pada tanggal 23 November 2017 saya dan teman-teman kampus akan liburan ke Yogyakarta menggunakan kereta api. Karna ingin murah kita menggunakan kereta Kutojaya Selatan sampai stasiun kutoarjo lalu lanjut kereta lokal Prameks tujuan Stasiun Yogyakarta. Niatnya sih mau hemat hehe..

Stasiun Kiaracondong

     Namun rasa cemas datang ketika sore hari sebelum keberangkatan dapet kabar dari twitter bahwa jalur kereta antara stasiun Cipendeuy dan stasiun bumiwaluya telah terjadi longsor. Longsor tersebut menyebabkan perjalanan kereta terputus.

    Saya pun cemas dan terus menanyakan perihal kejadian ke Twitter @KAI121. Ada beberapa perjalanan yang dibatalkan dan ada juga yang di alihkan ke Jalur utara melalui Cikampek. Dan Alhamdulillahnya pada saat magrib jalur antara stasiun Cipendeuy dan Bumiwaluya akhirnya dapat dilalui. 

     Jadwal keberangkatan KA Kutojaya Selatan dari stasiun Kiara Condong dijadwalkan pukul 21.00 malam. Dan kereta pun akhirnya berangkat tepat waktu. Tak lama berjalan kereta tidak biasanya berhenti di stasiun Cicalengka. Rupanya sedang menunggu persilangan dengan kereta yang lain. Namun rasa curiga datang ketika kereta berhenti hingga satu jam dan tak kunjung jalan. Rasa kesal dan bosan pun muncul. Bayangin aja kita nungguin kereta maju di stasiun Cicalengka hampir 5 jam. Dan terus berlanjut sampe stasiun stasiun berikutnya kita harus menunggu langsiran kereta.
Stasiun Cibatu


     Pukul 06.00 kereta baru memasuki stasiun Cibatu Garut, yang seharusnya pukul 04.30 kereta sudah sampai di Kutoarjo. Hingga akhirnya sampai di stasiun Cipendeuy. Di Cipendeuy kita harus menunggu persilangan lagi sekitar satu jam. Karna jalur yang longsor hanya bisa dilalui dengan batas kecepatan lima kilo meter perjam. Ada yang unik ketika di stasiun Cipendeuy. Karna menunggu lama penumpang pun mulai kelaparan dan turun dari kereta. Banyaj penumpang yang duduk duduk di sekitar peron stasiun dan yang lebih unik lagi banyak juga penumpang yang menuju warung disekitar stasiun Cipendeuy. 

     Saya pun dan teman-teman ikut menuju warung, saking lamanya kereta berhenti dan perut mulai lapar, saya sempat-sempatnya memesan mie instan di warung. Dan dilanjutkan dengan segelas kopi. 
Setelah kereta yang ditunggu untuk bersilang melintas, kami pun dipersilahkan naik kereta kembali dan melanjutkan perjalanan. Kami pun melanjutkan perjalanan. Kereta hanya berjalan dengan batas kecepatan maksimal lima kiko meter perjam. Sepanjang jalur longsor kami melihat kiri kanan bekas tanah yang menutupibjalur kereta. Ada beberapa titik longsor di jalur tersebut. 

     Kondisi didalam kereta tidak terlalu ramai, mungkin karna banyak penumpang yang membatalkan perjalanan akibat longsor. Jadi kami pun bebas memilih kursi dikarnakan banyak yang kosong. Kami dapet info, sebagai permintaan maaf PT. KAI memberikan makanan secara gratis kepada penumpang pada saat di stasiun Tasikmalaya. Pertama kita mendapatkan sebuah wafer dan sebotol air mineral. Lumayan lah buat ganjel perut. 

     Setelah kita melewati stasiun Tasikmalaya perjalanan kembali normal. Tidak lagi menunggu lama di persilangan. Pada saat sampai stasiun Kebumen, PT. KAI lagi lagi membagikan makanan berupa nasi kotak. Kita yang udah kelaparan belum ketemu nasi rasanya seneng banget, apalagi gratis hehe

    Waktu sudah sampai pada sore hari, rencana awal sesampainya kita di stasiun kutoarjo, kita langsung melanjutkan perjalanan menggunakan KA Lokal Prameks relasi Stasiun Kutoarjo tujuan Stasiun Solo Balapan. Namun apa mau dikata, kereta yang kami naikin sudah tidak wajar telatnya. Buktinya sore hari baru sampe stasiun Kebumen. 

      Saya kembali cemas dan bingung. KA prameks terakhir adanya pukul 18.50 kalo sampe terlambat dan ketinggalan kereta saya gak tau lagi harus naik apa ke Yogyakarta. Tapi alhamdulillah kira nyampe stasiun kutoarjo sebelum jadwal keberangkatan prameks yang terakhir. 

Stasiun Kutoarjo
     Kita sampai Stasiun Kutoarjo jam 6 sore, dari jadwal aslinya jam 4.30 pagi. Hampir 14 Jam telatnya. Udah fatal banget.. Tapi ada yang bikin seneng lagi sesampainya di Stasiun Kutoarjo. Pada saat kita baru turun dari kereta menuju pintu keluar, kita mendapatkan nasi kotak lagi. Jadi total kita dapet 3 kali Makanan gratis. Tanpa menunggu lama saya pun langsung bergegas menuju loket untuk membeli tiket Prameks. 

     Prameks berangkat tepat pukul 18.50 menuju Yogyakarta dengan tujuan akhir stasiun Solo Balapan. Ada lagu kejadian yang gak bakal saya lupain. Mungkin karena menghabiskan waktu Bersama-sama di kereta. Saya dan penumpang lain menjadi akrab. Ada seorang ibu dan anaknya yang berangkat ke Yogya ingin menghadiri wisuda anaknya. Ada rombongan mahasiswi dari Bandung yang ingin menghadiri acara di aalah saty kampus di Yogyakarta. Ada seorang Bapak yang kami panggil Om asli orang Sumatera. Ada juga bapak-bapak yang ternyata beliau seorang dosen. Dan banyak lagi. 

     Memang selalu ada hikmah dibalik suatu kejadian. Dibalik musibah longsor yang menyebabkan kereta saya terlambat sampai 14 Jam ternyata saya bisa mendapatkan kenalan baru lagi selama perjalanan. 

     Akhirnya saya dan teman- teman pun sampai di stasiun Tugu Yogyakarta pukul 8 malam. Perjalanan normal yang ditempuh sekitar 10 jam harus telat hingga hampir 24 jam disebabkan oleh longsor yang terjadi di antar stasiun Cipendeuy dan stasiun Bumiwaluya. Saya ingin mengucapkan terimakasih kepada PT. KAI yang sigab terhadap bencana longsor dan bekerja keras agar jalur kereta yang tertimbun longsor dapat dilalui kembali oleh kereta

dan untuk vlognya kalian bisa nonton di Youtube/Apiethafizh Channel
 




















17.32

KERENNYA LRT PALEMBANG

by , in

LRT atau Light Rail Transit menjadi primadona transportasi baru di kota yang terkenal dengan Pempeknya, yup Palembang. Sekarang masyarakat Palembang dapat menikmati moda transportasi ini untuk ke berbagai tujuan di kota Palembang.

Saya pun berkesempatan mencobanya. Saya memulai perjalanan dari Stasiun Opi Mall Palembang. Ada sky bridge yang menghubungkan opi mall dengan stasiun LRT. Saya langsung membeli tiket seharga 10 ribu rupiah tujuan Bandara Sultan mahmud badarudin 2. Stasiunnya masih keliatan baru. Peron terdapat dilantai 2. Saya pun menunggu sesuai jadwal keberangkatan di lantai 1.

Fasilitas yang terdapat distasiun LRT pun terbilang lengkap. Tiket menggunakan sistem tap ala Commuterline jabodetabek. Terdapat lift untuk pengguna difable, eskalator menuju apron di lantai 2.

Akhirnya sayapun naik LRT Palembang, gak jauh beda sih rasanya dengan Commuterline, dengan tata kursi saling berhadapan khas Commuterline. Terdapat kamera cctv didalam kereta dan juga apar untuk memadamkan api. Dan juga palu pemecah kaca. 

Pada saat saya mencoba LRT Palembang , masih belum banyak stasiun yang beroperasi. Tapi sekarang sudah hampir semuanya beroperasi. Di perjalanan saya melewati stadion Jaka baring tempat diselenggarakannya Asian Games 2018, dan juga melewati sungai musi dengan Jembatan Amperanya. Semoga transportasi ini bisa banyak membantu masyarakat kota Palembang 

Selengkapnya bisa di tonton di my youtube Channel Youtube?Apiethafizh dan jangan lupa subscribe karna subscribe itu gratis!!!
 



17.04

KERETA EKONOMI DULU DAN KINI

by , in




Apa yang pertama kali kalian bayangkan ketika mendengar "Kereta Ekonomi"? Pasti kebanyakan sari kalian membayangkan kumuhnya didalam kereta yang penuh sesak dan banyak para pedagang. Panas pengap dan lain lain. 

Eehhh tapi tunggu dulu, image kereta ekonomi yang sekarang jauh lebih baik lagi ketimbang kelas ekonomi yang dulu. 

Kereta kelas ekonomi terdiri dari beberapa kelas. Ada kelas K3 atau biasa kita kihat pada kereta lokal, ada ekonomi PSO biasa digunakan kereta jarak jauh dan bersubsidi. Dan ada lagi yang terbaru rangkaian kelas ekonomi premium.

Kereta kelas ekonomi sekarang semuanya telah dilengkapi dengan pendingin udara, sehingga penumpang yang naik pun merasa nyaman walaupun hanya berada di kelas ekonomi.
Dan dikereta jarak jauh kelas ekonomi sudah menggunakan sistem nomer kursi, dan tidak ada lagi yang berdiri. Bahkan sekarang sudah tak ada lagi pedagang yang lalu lalang di kereta. Sungguh nyaman bukan?

Banyaknya peminat kelas ekonomi menjadikan kereta ini tak pernah sepi penumpang. Tiket yang dibandrol lebih murah dibandingkan kelas bisnis maupun eksekutif ini pun jadi incaran.

Kamu lebih memilih kelas yang mana? 



Artikel ini masuk 30 besar #Railbloggercontest yang di selenggarakan oleh PT. KAI dan IDN Time  
16.49

JAKARTA KE BANDUNG CUMA 14000 EMANG BISA?

by , in




     Siapa sih yang suka bolak balik Jakarta - Bandung? Jarak antara Kota Jakarta dan Bandung tidak terlalu jauh, hanya sekitar 150 km. Hal ini membuat perjalanan Jakarta ke Bandung maupun sebaliknya tidak memakan waktu lama. Banyak tersedia berbagai jenis transportasi yang menghubungkan kedua kota besar tersebut. Salah satu pilihan transportasinya adalah Kereta Api. Yup bener sekali, selain anti macet naik kereta api juga bisa dipastikan tepat waktu. Karena kalau naik kereta api kita dapat mengetahui jadwal tiba di stasiun tujuan.

     Biasanya pilihan masyarakat untuk dapat berkunjung ke Bandung atau Jakarta menggunakan kereta Argo Parahyangan. Tiket yang di bandrol untuk satu kali perjalanan cukup mahal dibandingkan transportasi lain, yaitu sekitar 80 ribu rupiah untuk kelas ekonomi dan 150 ribu rupiah untuk kelas Eksekutif. Dan baru baru ini PT. KAI membuka kelas Priority untuk Argo Parahyangan yang dibandrol seharga 250 ribu rupiah.

     Tapi tahukan kamu, selain Argo Parahyangan ada kereta lain yang dapat digunakan ketika kamu ingin berkunjung ke Bandung atau Jakarta yang lebih murah? Pilihan lain yaitu KA Serayu. Dibandingkan dengan Argo Parahyangan, tiket KA Serayu lebih murah. Yaitu sekitar 67 ribu rupiah untuk sekali perjalanan. KA Serayu melayani relasi stasiun Pasar Senen - Purwokerto dan sebaliknya. Bagi kalian yang ingin ke Bandung atau Jakarta bisa naik dan turun di stasiun Kiara Condong, karna kereta ini tidak berhenti di stasiun Bandung.

     Selain KA Serayu ternyata ada lagi cara menuju Bandung dari Jakarta menggunakan kereta api yang lebih murah. Cuma dengan uang 14 ribu rupiah kalian bisa merasakan sensasi naik kereta api dari Jakarta ke Bandung. Hah cuma 14 ribu rupiah? Gk salah tuh? 

     Kalian gak salah baca kok, dari Jakarta ke Bandung beneran bisa ditempuh cuma dengan 14 ribu rupiah. Naik kereta api lagi yang dijamin tidak macet. Gimana caranya? 

     Caranya gampang, pertama kalian naik kereta lokal Walahar Ekspres relasi Stasiun Tanjung Priuk - Purwakarta. Kalo dari Jakarta kalian bisa naik di stasiun awal Tanjung Priuk pukul 09.55 dan 11.05 atau di stasiun Kemayoran pukul 10.16 dan 11.24 . Tiketnya sangat murah cuma 6000 rupiah, kereta ini menggunakan rangkaian ekonomi K3 yang dilengkapi dengan pendingin udara. Waktu tempuhnya sampai purwakarta sekitar 2 jam perjalanan.

     Setelah sampai di Stasiun Purwakarta kita bisa jalan jalan sebentar di sekitar stasiun, karna harus menunggu kereta berikutnya yaitu KA Lokal Cibatu relasi Purwakarta - Cibatu Garut. Keberangkatan dari stasiun Purwakarta sekitar pukul 15.45, jadi selama nunggu kereta kita bisa kulineran nyobain sate maranggi khas purwakarta.

     Kereta lokal Cibatu dibandrol seharga 8000 rupiah, menggunakan rangkain ekonomi K3 sama seperti KA Walahar Ekspres. Jangan salah, walaupun ini kelas ekonomi tapi jauh berbeda dengan ekonomi dahulu, sekarang kelas ekonomi sudah dilengkapi dengan pendingin udara. Jadi cukup nyaman selama perjalanan.

     15.45 waktu keberangkatan dari stasiun Purwakarta menuju Bandung. Kereta Walahar Ekspres maupun Kereta lokal Cibatu tidak menggunakan nomer kursi, jari penumpang bebas memilih tempat duduk.

     Kereta lokal Cibatu berhenti di beberapa stasiun sebelum sampai ke Bandung. Melewati beberapa jembatan dan terowongan Sasaksaat khas pemandangan Argo Parahyangan. Berbeda dengan KA Serayu yang tidak berhenti di stasiun Bandung, kereta Lokal Cibatu berhenti di stasiun Bandung. Jadwal kedatangannya di stasiun Bandung pukul 18.22. Selain stasiun Bandung kamu juga dapat berhenti di beberapa stasiun diantaranya Padalarang, Cimahi, Kiara Cindong, Cicalengka dan lain lain.

     Setelah di total, perjalanan ini hanya membutuhkan uang sekitar 14 ribu rupiah. Dan waktu tempuh sekitar 7 jam perjalanan. Hampir dua kali lipat waktu tempuh Argo Parahyangan. Tapi gk ada salahnya kan buat kamu yang mau hemat dan ingin merasakan sensasi naik kereta api. Tapi perjalanan seperti ini kurang cocok buat kamu yang lagi ngejar waktu. Oh iya, dulu cara ini bisa digunakan sebaliknya dari Bandung ke Jakarta. Namun karna perubahan jadwal, cara ini hanya dapat digunakan untuk tujuan Bandung saja.


Sekian tips hemat dari saya, biar lebih jelasnya bisa di tonton Vlog saya ketika menggunakan cara ini, klik --->  Youtube/Apiethafizh  yukk naik Kereta Api!


Artikel ini masuk 30 besar #Railbloggercontest yang di selenggarakan oleh PT. KAI dan IDN Time